PT MSU Klarifikasi Soal Kondisi Terkini Meikarta

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Mahkota Sentosa Utama selaku pemilik dan pengembang megaproyek kota terencana Meikarta memberikan klarifikasi terkait kondisi terkini proyek yang berbasis di Kabupaten Bekasi tersebut.

Hak jawab ini diterima CNBC Indonesia pada Kamis (4/1/2024). Berikut selengkapnya:

Dengan hormat,

Menanggapi berita yang tayang di CNBCIndonesia.com, pada Jumat, 29 Desember 2023, bersama ini, kami menyatakan keberatan sekaligus klarifikasi atas pemberitaan yang dimuat karena menyesatkan, tidak berimbang, dan didasarkan pada fakta-fakta yang tidak akurat dan terkini, sehingga artikel/berita tersebut cenderung tendesius dan tidak akurat.

Patut diketahui, kondisi Meikarta terkini adalah sebagai berikut :

1. Hingga 31/12/2023, ribuan unit apartemen telah diserahterimakan dan akan terus berlanjut. Serah terima unit apartemen dilakukan setiap harinya kepada pemilik unit. Dari ribuan unit apartemen yang telah diserahterimakan, sekitar seribu unit dihuni dan juga disewakan.

2. Bisnis F&B banyak dibuka dan telah beroperasi

a. Di Distrik 1 Meikarta, Cha Time, Kopi Janji Jiwa, Kopi Kenangan, Solaria dan lainnya sudah beroperasi. Di samping itu, juga ada tenant hiburan seperti Bioskop Cinepolis dan Timezone. Untuk memenuhi kebutuhan penghuni telah beroperasi Hyfresh Swalayan, Indomaret, Clinic Siloam dan lainnya. Ada 42 tenant yang sudah beroperasi untuk melayani pembeli setiap harinya.

Area Distrik 1 Meikarta juga sudah ramai dengan adanya Avenue of the Star (AOS) yang setiap harinya menjadi tempat untuk menikmati resto yang tersedia oleh pengunjung.

b. Di Distrik 2 Meikarta, Kopi Janji Jiwa, dan resto lainnya, juga sudah beroperasi melayani pembeli setiap harinya.

3. Pendidikan

Universitas Pelita Harapan yang berlokasi di Distrik 1 Meikarta sudah menerima mahasiswa sejak Januari 2022. Sementara itu, Universitas Paramadina yang berlokasi di Distrik 2 Meikarta sudah menerima mahasiswa sejak Maret 2022.

4. Central Park

a. Selama tahun 2023, sebanyak 450.000 pengunjung (lebih dari 37.500 pengunjung setiap bulannya) berkunjung ke Central Park Meikarta, destinasi wisata yang menawarkan ruang terbuka hijau dengan beberapa fasilitas di dalamnya. Dengan luas 105 hektar, Central Park Meikarta turut dilengkapi dengan danau buatan yang memiliki luas sekitar 25 hektar.

b. Kegiatan Car Free Day (CFD) Meikarta setiap minggunya dilakukan di area Distrik 2 dan telah mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat melalui UMKM. CFD Meikarta ini dibuka secara resmi pada 29 Oktober 2023 dan merupakan CFD pertama di Kabupaten Bekasi, yang dijadikan sebagai tempat beraktivitas masyarakat, aktivitas sehat, aktivitas ekonomi, aktivitas edukasi, dan aktivitas layanan kesehatan

Fakta-fakta ini memperlihatkan baik Distrik 1 dan Distrik 2 Meikarta saat ini menjadi salah satu pilihan untuk hunian maupun sebagai destinasi wisata dan hiburan.

Demikian keberatan sekaligus klarifikasi ini kami sampaikan. Demi menjaga hubungan yang baik, kami berharap agar berita yang tayang dapat diperbaiki agar tidak terjadi pemberitaan yang keliru dan mengarah pada pencemaran nama perusahaan kami.

Keberatan dan klarifikasi ini juga selaras dengan peneguhan makna pers itu sendiri sebagaimana terdapat pada UU No.40 tahun 1999 tentang Pers (UU Pers) dan peraturan Dewan Pers Nomor: 6/Peraturan-DP/V/2008 Tentang Pengesahan Surat Keputusan Dewan Pers Nomor: 03/SK-DP/III/2006 Tentang Kode Etik Jurnalistik sebagai Peraturan Dewan Pers (Kode Etik Jurnalistik) Pasal 3 ayat (1) UU Pers dan Pasal 1,2,3,10 Kode Etik Jurnalistik.

Atas perhatian dan kerjasama yang baik, kami ucapkan terima kasih.

Manajemen

PT Mahkota Sentosa Utama https://belahsamping.com/

Terima Dana Kompensasi BBM, Pertamina Apresiasi Pemerintah

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina (Persero) mengapresiasi pembayaran dana kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama tahun 2023 sebesar Rp 132,44 triliun (termasuk PPN) atau Rp 119,31 triliun (tidak termasuk PPN). Kompensasi ini dibayarkan pemerintah melalui melalui Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN, dan Kementerian ESDM.

Pembayaran Rp 132,44 triliun tersebut merupakan pembayaran untuk Dana Kompensasi triwulan I-III 2023 sebesar Rp 82,73 triliun, tahun 2022 sebesar Rp 49,14 triliun, dan 2021 sebesar Rp569 miliar. Dana tersebut merupakan kompensasi selisih harga jual formula dan harga jual eceran di SPBU atas kegiatan penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite yang nilainya telah direview oleh Inspektorat Kementerian Keuangan RI (Itjen Kemenkeu).

“Kami sangat mengapresiasi upaya pemerintah melalui Kementerian Keuangan yang mempercepat pembayaran dana kompensasi BBM yang disalurkan Pertamina sampai triwulan III-2023. Dana kompensasi sudah masuk kas perseroan dan ini merupakan dukungan pemerintah kepada Pertamina untuk menjaga keberlangsungan layanan operasional BBM bersubsidi, mendukung working capital, serta memperbaiki rasio-rasio keuangan Perusahaan,” ujar Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dalam keterangan tertulis, Kamis (4/1/2024).

Menurut Nicke, apresiasi juga disampaikan atas dukungan pemerintah kepada Pertamina dalam menjaga keberlangsungan pendistribusian BBM, termasuk menjalankan program BBM Satu Harga. Pertamina pun mengajak masyarakat untuk mengapresiasi pemerintah dengan mengonsumsi BBM secara bijak dan mulai mengonsumsi BBM ramah lingkungan.

Pertamina, lanjut Nicke, akan terus berupaya agar BBM bersubsidi secara optimal dikonsumsi oleh yang berhak. Upaya ini dilakukan dengan penggunaan teknologi informasi untuk memantau pembelian BBM Bersubsidi di SPBU-SPBU secara real time demi memastikan konsumen adalah masyarakat yang berhak.

“Yang pertama, program penguatan sarana dan fasilitas digitalisasi di SPBU. Hasilnya semakin banyak SPBU yang terkoneksi dengan sistem digitalisasi Pertamina, sehingga memudahkan monitoring dan pengawasan,” tambah Nicke.

Kemudian, Pertamina mengembangkan alert system yang mengirimkan exception signal yang dimonitor langsung oleh command center Pertamina dan ditindaklanjuti oleh tim di lapangan. Exception signal nantinya mengirimkan data transaksi tidak wajar, seperti pengisian solar di atas 200 liter untuk satu kendaraan bermotor pada hari yang sama, pengisian BBM bersubsidi dengan tidak memasukkan nopol kendaraan, dan sebagainya.

“Sejak implementasi exception signal ini pada 1 Agustus 2022 hingga 31 Desember 2023, Pertamina berhasil mengurangi risiko penyalahgunaan BBM bersubsidi senilai US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,04 triliun,” ujar Nicke.

Selanjutnya terus meningkatkan kerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan kegiatan penyalahgunaan BBM Bersubsidi yang tidak sesuai peruntukannya. Terakhir mendorong masyarakat mendaftar Program Subsidi Tepat via website untuk mengidentifikasi konsumen yang berhak dan memonitor konsumsi atas JBT Solar dan JBKP Pertalite.

“Di samping itu, Pertamina juga terus melakukan efisiensi biaya operasional, baik di tingkat holding maupun subholding. Sampai dengan November 2023, realisasi program efisiensi biaya di Pertamina Group mencapai US$ 984,17 juta atau sekitar Rp 14,99 triliun,” pungkas dia. https://yangterbaik.com/

Top! PLN Bangun Lebih Dari 624 SPKLU Hingga 2023

Jakarta, CNBC Indonesia – PT PLN (Persero) berhasil membangun 54 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) sepanjang 2023. Secara keseluruhan, PLN telah menghadirkan 624 SPKLU di 411 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, PLN berkomitmen mendukung ekosistem kendaraan listrik dengan menyiapkan SPKLU yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Dengan meningkatnya jumlah SPKLU, kata dia, kepercayaan masyarakat dapat meningkat sehingga mau beralih menggunakan kendaraan listrik.

“PLN terus melakukan transformasi untuk meningkatkan pelayanan pelanggan khususnya mendukung akselerasi ekosistem EV. Selain dukungan infrastruktur charging station, berbagai fitur di PLN Mobile juga menyediakan berbagai layanan untuk kemudahan pengguna EV,” kata Darmawan dalam keterangan resmi, Kamis (4/1/2024).

Sepanjang 2023, PLN mencatat peningkatan transaksi di SPKLU dengan total mencapai 119.600 kali transaksi. Jumlah ini meningkat sebanyak 404% dibanding tahun 2022 yang sebanyak 29.627 kali transaksi.

Pertumbuhan ekosistem EV juga terlihat dari peningkatan jumlah konsumsi listrik di SPKLU. Di mana pada 2023 mencapai 2.464.825 kilowatt hour (kWh) atau meningkat 564% dibandingkan tahun 2022 sebesar 436.656 kWh.

“Peningkatan jumlah transaksi dan konsumsi listrik di SPKLU ini menjadi sinyal positif pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Kami akan terus dorong agar ekosistem ini lebih maju, produktif di masa depan,” tambahnya.

Darmawan mengatakan animo masyarakat terhadap kendaraan listrik kian meningkat pada 2023. Hal tersebut senada dengan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yakni hingga Oktober 2023, terdapat 74.988 unit motor listrik dan 20.414 mobil listrik yang beroperasi di Indonesia.

“PLN siap mendukung kebutuhan infrastruktur untuk pengisian daya kendaraan llistrik. Ke depan PLN akan terus menambah SPKLU sehingga sektor transportasi semakin ramah lingkungan,” kata Darmawan.

Darmawan merinci, saat ini khususnya di Jakarta Raya ada 113 SPKLU yang terbesar di 43 titik. Sedangkan di Jawa Barat, sebanyak 150 SPKLU tersebar di 125 titik. Bahkan, PLN juga sudah menyediakan 4 SPKLU di Papua dan 25 SPKLU di Nusa Tenggara.

“Kami yakin, dengan adanya SPKLU yang tersebar di Indonesia, khususnya untuk di daerah destinasi wisata, kami juga menyediakan SPKLU untuk bisa mendorong green tourism di Indonesia,” kata Darmawan.

Pada capaian tersebut, PLN membangun 582 SPKLU secara mandiri pada 385 titik dan 42 SPKLU pada 26 titik lokasi dibangun dengan skema kemitraan. PLN memberikan kesempatan kepada semua pihak untuk berkolaborasi dalam penyediaan infrastruktur kendaraan listrik yakni SPKLU dengan skema partnership.

“Adanya skema kerja sama yang dikembangkan ini dapat mengajak korporasi, kelompok usaha, bahkan masyarakat bisa ikut serta bersinergi, karena keterlibatan berbagai pihak akan mempercepat transformasi penggunaan kendaraan listrik di tanah air,” pungkasnya. https://berikanlah.com/

Harga Meroket 96,08%, BEI Pantau Ketat Saham SAFE

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau dengan ketat saham PT Steady Safe Tbk (SAFE) karena terjadi peningkatan harga yang signifikan di luar kebiasaan (Unusual Market Activity).

Mengutip keterbukaan informasi BEI, informasi terakhir mengenai rmiten tersebut adalah informasi tanggal 28 Desember 2023 yang dipublikasikan melalui website PT Bursa Efek Indonesia (Bursa) tentang penyampaian laporan keuangan.

Namun, pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham SAFE tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulis manajemen, Kamis (4/1).

Dengan demikian, itu para investor diharapkan untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten dan keterbukaan informasinya, mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Mengutip RTI, saham SAFE selama sebulan meroket 96,08% dan selama sepekan terakhir naik 21,95% dengan kapitalisasi pasar Rp 246,60 miliar. https://sukaati.com/

Viral Petugas Dishub Nemplok di Kap Mobil, Begini Kronologinya

Jakarta, CNBC Indonesia – Internet dibikin heboh dengan viralnya anggota Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta yang ‘nangkring’ di atas kap mobil. Ia pun terbawa dari Setiabudi di Jakarta Selatang hingga Menteng di Jakarta Pusat.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo, menjelaskan kronologi kejadiannya. Ia mengatakan peristiwa berlangsung pada Rabu (3/1) kemarin, sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu, beberapa anggota Dishub tengah melakukan pengawasan parkir liar di area Setiabudi. Lalu tiba-tiba ada pengemudi mobil Avanza merah yang mengacungkan jari tengah sambil merekam aksi anggota Dishub.

“Pengendara tersebut melintas sebanyak empat kali di lokasi tersebut, sambil mengacungkan jari tengah ke petugas,” kata Syafrin dalam keterangannya dikutip dari Detikcom, Kamis (4/1/2023).

Anggota Dishub mencoba memberhentikan mobil sang pengendara dan menanyakan alasan bolak-balik dengan mengacungkan jari tengah. Namun, pengemudi tersebut tidak kooperatif. Ia malah menacapkan gas.

Pengemudi bahkan hampir menabrak petugas. Salah satu anggota Dishub yang berupaya menghindar dari terjangan mobil tersebut lantas malah nemplok ke kap mobil dan terbawa sampai daerah Menteng.

Menurut keterangan Syafrin, pengendara mobil bahkan menabrak pengemudi motor. Namun, ia tak berhenti dan tetap melaju kencang.

Akhirnya, dua warga mencoba mengejar dan berhasil memberhentikan mobil itu di Menteng. Pengendara dan mobilnya dibawa ke Polsek Setiabudi. Masalah itu pun sudah selesai dengan damai.

“Selanjutnya permasalahan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan dan pengemudi telah meminta maaf kepada petugas Dishub,” Syafrin memungkasi. https://kreditmacet.com/

Saham January Effect Beneran Ngacir? Cek Pergerakaannya di Sini

Jakarta, CNBC Indonesia Periode perdagangan Januari menjadi periode yang ditunggu-tunggu oleh pelaku pasar saham, karena biasanya ada fenomena yang kerap terjadi di Januari tiap tahunnya. Adapun fenomena tersebut yakni January Effect.

Secara sederhana, January Effect merupakan istilah yang merujuk pada kecenderungan pasar saham akan naik selama Januari. Fenomena musiman ini pertama kali diamati oleh bankir investasi Sidney B. Wachtel pada 1942.

Umumnya, para analis saham menganggap reli Januari disebabkan karena kembalinya para investor memborong saham usai ‘bersih-bersih’ portofolio pada akhir tahun sebelumnya.

Penjelasan lainnya, investor menggunakan bonus dan kas yang menumpuk di akhir tahun untuk masuk lagi ke market pada Januari.

Bagi investor yang ingin memanfaatkan momen January Effect di bursa RI, ada baiknya melihat kinerja saham-saham blue chip yang terdaftar di indeks IDX30.

IDX30 mengukur kinerja harga dari 30 saham yang punya likuiditas tinggi dan kapitalisasi jumbo serta didukung oleh fundamental perusahaan yang baik.

Dari 30 saham emiten besar di IDX30, tercatat setidaknya lima saham yang punya kecenderungan menguat selama Januari yang lebih tinggi di antara lainnya.

Kelimanya adalah emiten perunggasan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN), duo bank besar Tanah Air yaitu PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), kemudian ada emiten perminyakan PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

CPIN menjadi saham penghuni IDX30 dengan probabilitas kenaikan tertinggi, yakni mencapai 90% dalam periode 2014-2023. Rerata kenaikannya pun cukup tinggi, mencapai 7,29%.

Posisi kedua dengan probabilitas kenaikan tertinggi selama 10 tahun terakhir ditempati BMRI sebesar 80%. Rata-rata kenaikan secara bulanan di Januari mencapai 2,27%.

Selanjutnya, ada MEDC mencatatkan rata-rata kenaikan sepanjang 10 tahun terakhir sebanyak 12,46%, dengan probabilitas penguatan mencapai 70%.

Dengan probabilitas kenaikan yang sama, posisi selanjutnya ditempati BBRI dan BRPT dengan masing-masing rata-rata kenaikan sebanyak 1,39% dan 8,48%.

Namun, untuk BPRT perlu diakui bahwa pada Desember tahun ini pergerakannya sudah sangat signifikan mencapai lebih dari 30%. Oleh karena itu, jika pergerakan di Januari depan tidak terlalu atraktif akan cukup wajar

Dalam tiga hari terakhir pada awal Januari 2024, apakah probabilitas tersebut benar? Jika dihitung-hitung, nyatanya hanya satu saham yang berhasil mencatatkan penguatan sejak perdagangan Selasa lalu hingga sesi I hari ini, yakni saham MEDC, yang melesat 1,29%.

Sedangkan sisanya, terpantau melemah dan satu saham cenderung stagnan atau masih sama seperti pada perdagangan Selasa lalu.

Meski begitu, data pergerakan lima saham tersebut dalam tiga hari terakhir belum bisa menentukan apakah memang ada atau tidaknya January Effect, karena perdagangan Januari 2024 sendiri baru berlangsung selama tiga hari, sehingga masih ada kecenderungan kelima saham tersebut berkinerja baik di Januari tahun ini.

Namun, tetap perlu diingat bahwa risiko seperti perlambatan ekonomi global kemudian risiko geopolitik tetap perlu diantisipasi dan selalu memahami bahwa kinerja masa lampau tidak selalu bisa digunakan untuk memprediksi masa depan. https://kebayangkali.com/

Cair! Pemerintah Bayar Dana Kompensasi BBM Pertamina Rp132 Triliun

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina (Persero) mengapresiasi langkah pemerintah dalam mendukung keberlangsungan bisnis perusahaan pelat merah. Salah satunya dengan pembayaran dana kompensasi Bahan Bakar Minyak (BBM) selama tahun 2023 sebesar Rp 132,44 triliun (termasuk PPN) atau Rp119,31 triliun (tidak termasuk PPN).

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati memaparkan pembayaran Rp 132,44 triliun tersebut merupakan pembayaran untuk Dana Kompensasi TW I-III 2023 sebesar Rp 82,73 triliun, tahun 2022 sebesar Rp 49,14 triliun dan 2021 sebesar Rp 569 miliar.

Adapun, dana tersebut merupakan kompensasi selisih harga jual formula dan harga jual eceran di SPBU atas kegiatan penyaluran Jenis BBM Tertentu (JBT) Solar dan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite yang nilainya telah direview oleh Inspektorat Kementerian Keuangan RI (Itjen Kemenkeu).

“Dana kompensasi sudah masuk kas perseroan dan ini merupakan wujud dukungan penuh Pemerintah kepada Pertamina untuk menjaga keberlangsungan layanan operasional BBM bersubsidi, mendukung working capital serta memperbaiki rasio- rasio keuangan perusahaan.” ujar Nicke dalam keterangan tertulis, Kamis (4/1/2024).

Menurut Nicke, apresiasi juga disampaikan atas dukungan penuh pemerintah kepada Pertamina dalam menjaga keberlangsungan pendistribusian BBM, termasuk menjalankan program BBM Satu Harga.

Pertamina pun mengajak masyarakat untuk mengapresiasi pemerintah yang terus melindungi daya beli dengan menyediakan BBM Bersubsidi, yaitu JBT Solar dan JBKP Pertalite, dengan mengonsumsi BBM secara bijak dan mulai mengonsumsi BBM yang lebih ramah lingkungan sebagai salah satu bentuk dukungan masyarakat kepada Pemerintah serta bentuk kepedulian masyarakat terhadap lingkungan dengan turut mengurangi tingkat polusi udara.

Lebih lanjut, Nicke mengatakan pihaknya akan terus berupaya agar penyaluran BBM bersubsidi dapat dikonsumsi oleh pihak-pihak yang berhak. Upaya-upaya tersebut antara lain penggunaan teknologi informasi untuk memantau pembelian BBM Bersubsidi di SPBU-SPBU secara real time.

Pertama, program penguatan sarana dan fasilitas digitalisasi di SPBU. Hasilnya semakin banyak SPBU yang terkoneksi dengan sistem digitalisasi Pertamina, sehingga memudahkan monitoring dan pengawasan,” kata Nicke.

Kedua, Pertamina mengembangkan alert system yang mengirimkan exception signal yang dimonitor langsung oleh command center Pertamina dan ditindaklanjuti oleh tim di lapangan.

Exception signal ini mengirimkan data transaksi tidak wajar, di antaranya pengisian solar di atas 200 liter untuk satu kendaraan bermotor pada hari yang sama, pengisian BBM bersubsidi dengan tidak memasukkan nopol kendaraan, dan lain sebagainya.

Sejak implementasi exception signal ini pada tanggal 1 Agustus 2022 hingga 31 Desember 2023, Pertamina telah berhasil mengurangi risiko penyalahgunaan BBM bersubsidi senilai US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,04 triliun.

Ketiga, Pertamina terus meningkatkan kerja sama dengan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan kegiatan penyalahgunaan BBM Bersubsidi yang tidak sesuai peruntukannya.

Keempat, Pertamina mendorong masyarakat mendaftar Program Subsidi Tepat via website untuk mengidentifikasi konsumen yang berhak dan memonitor konsumsi atas JBT Solar dan JBKP Pertalite.

Di samping itu, Pertamina juga terus melakukan efisiensi biaya operasional, baik di tingkat Holding maupun Subholding. Sampai dengan November 2023, realisasi program efisiensi biaya di Pertamina Group telah mencapai US$ 984,17 juta atau sekitar Rp 14,99 triliun. https://nutriapel.com/

Ini Penjelasan Bos Indosat (ISAT) Terkait Gedung Pemancar Kebakaran

Jakarta, CNBC Indonesia – Manajemen emiten telekomunikasi PT Indosat Tbk (ISAT) menanggapi terkait insiden kebakaran yang terjadi di unit kantor perseroan di wilayah Jawa Tengah.

“Latar belakang terjadinya kebakaran di Gedung Pemancar Indosat Semarang adalah karena Insiden kebakaran terjadi di ruang baterai yang menyediakan pasokan daya cadangan untuk peralatan di Gedung Pemancar,” ujar Reski Damayanti, Chief Legal & Regulatory Officer dan Corporate Secretary, dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (4/1/2024).

Dampak dari kebakaran Gedung Pemancar Indosat Semarang terhadap operasional dan pelanggan Indosat adalah adanya kendala jaringan yang dialami oleh sebagian pelanggan IM3 dan Tri di sebagian wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta sejak 1 Januari 2024 pukul 09.45 Waktu Indonesia Barat (WIB) dan layanan kembali normal sejak 1 Januari 2024 pukul 11.50 WIB.

Adapun tindak lanjut yang telah dan akan dilakukan perseroan atas kebakaran dan gangguan sinyal tersebut, selain bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk penyelidikan, perseroan telah segera melakukan tindakan untuk pemulihan dan penjaminan layanan.

“Perseroan juga melibatkan penyidik kebakaran bersertifikat independen untuk rekomendasi langkah-langkah lebih lanjut sehubungan dengan tindakan pencegahan dan korektif guna melindungi peralatan dan personel,” tegas Reski.

Selain itu, pada Selasa 2 Januari 2024, Perseroan secara bertahap memberikan kuota data IM3 dan Tri sebesar 1 GB yang berlaku selama 24 jam sesuai notifikasi yang diterima oleh pelanggan yang sempat terkendala.

“Apabila pelanggan masih menghadapi kendala, Perseroan telah mengimbau pelanggan untuk menghubungi pusat layanan pelanggan IM3 dan Tri agar segera dibantu oleh tim Customer Service,” lanjut Reski.

Sementara kondisi terkini dikatakan sudah dalam kendali. Tidak ada dampak yang merugikan terhadap kegiatan operasional maupun kondisi keuangan perusahaan hingga kini. https://popicedingin.com/

Sandiaga Tak Setuju Bali Disebut Overtourism, Penuh Orang karena Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, buka suara setelah Bali masuk ke dalam daftar destinasi wisata yang mengalami kelebihan turis atau overtourism menurut World Travel & Tourism Council (WTTC).

Sandiaga mengatakan, overtourism menjadi salah satu isu yang dikhawatirkan dan menjadi perhatian pemerintah. Namun, Sandi mengatakan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan nusantara (wisnus) masih sesuai dengan proyeksi dan ekspektasi pemerintah.

“Tadi Pak Handy (General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali) sudah menyampaikan tidak ada lonjakan yang terlalu signifikan,” ujar Sandi dalam Weekly Brief with Sandi Uno di Jakarta, Rabu (3/1/2024).

Sandi mengatakan, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Bali pada 2023 masih lebih rendah dibanding 2019. Namun, penumpukan wisatawan yang terjadi di Bali bagian selatan dan kurangnya pengaturan turis menjadi sejumlah faktor utama munculnya penampakan overtourism.

“Yang terjadi di Bali bukan jumlah wisatawan yang masuk, tapi pengaturannya,” kata Sandi.

Destinasi wisata di Bali. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

“Kenapa semua menumpuk di Bali Selatan? Bapak Pj Gubernur dan Kadis Pariwisata telah mempromosikan wisata Bali Utara, Bali Barat, maupun Bali Timur. Kami juga mendorong agar investasi lebih banyak di luar Bali Selatan supaya terdistribusi,” lanjutnya.

Meskipun demikian, pemerintah akan melakukan sejumlah hal untuk mengantisipasi overtourism.

Adapun, sejumlah solusi yang akan dilakukan pemerintah adalah mewajibkan turis asing untuk membayar pajak wisata sebesar Rp150 ribu hingga perancangan LRT sebagai transportasi publik di Pulau Dewata.

“Masalah overtourism menjadi catatan kami karena sebetulnya dari jumlah wisatawan, dibandingkan dengan jumlah 2019, masih di bawah sekitar 30 persen,” ungkap Sandi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, mengatakan bahwa hingga akhir tahun 2023, jumlah wisman yang berkunjung ke Bali adalah 5.328.238 orang. Sementara itu, jumlah kunjungan wisnus adalah 9.877.911 orang.

“Kunjungan wisman maupun wisnus di luar ekspektasi kami. Sangat luar biasa,” ujar Tjok Bagus dalam kesempatan yang sama.

“Pengalaman kemarin, adanya kemacetan kemarin, tentu menjadi pembelajaran bagi kami sehingga tahun ini mudah-mudahan tidak terulang lagi,” imbuhnya.

Tjok Bagus mengungkapkan bahwa salah satu penyebab utama penumpukan lalu lintas adalah peningkatan jumlah kendaraan yang lebih tinggi. Terlebih, kapasitas parkir di tempat pusat oleh-oleh tergolong terbatas.

“Memang ada beberapa titik yang Pak Menhub (Menteri Perhubungan) sampaikan. Di tempat-tempat pusat oleh-oleh memang kapasitas parkir masih terbatas sehingga keluar dari tempat parkir, jalur-jalur dari jalan itu diambil [untuk parkir],” papar Tjok Bagus. https://saladbiji.com/