Dubes Indonesia Untuk Fiji Dupito Simamora Rintis Kerja Sama Pengembangan Produk Bambu

Dubes Indonesia untuk Fiji, Dupito Simamora. (Foto: KBRI Suva)
Dubes Indonesia untuk Fiji, Dupito Simamora. (Foto: KBRI Suva)

RM.id  Rakyat Merdeka – Pemerintah Indonesia ingin memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Fiji dan pemangku kepentingan di bidang industri Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Fiji, khususnya industri bambu.

Hal ini disampaikan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Fiji, Dupito Simamora, dalam pembukaan seminar “Potensi Industri Pembuatan Produk Bambu Berkelanjutan di Fiji” yang diselenggarakan di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Suva, Fiji, 13 Maret 2024.

“Indonesia juga siap mendukung peningkatan kapasitas kepada Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait, utamanya untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tantangan industri bambu di Fiji,” terang Dubes Simamora, dikutip keterangan tertulisnya, Sabtu (16/3/2024).

Seminar tersebut menghadirkan dua ahli bambu asal Indonesia, yaitu Marzuni dari Rosse Bambu di Sleman dan Dr Sukma Surya Kusumah yang mewakili Badan Riset dan Inovasi Nasio nal (BRIN) sebagai narasumber. Sementara narasumber dari Fiji adalah Dr Paul Ade Iji dan Dr Shipra Shah dari Fiji National University.

Selain dihadiri para pelaku industri bambu asal Fiji, seminar ini juga dihadiri perwakilan dari Kementerian Fiji dan Indonesia (secara virtual), serta perwakilan dari Universitas Nasional Fiji.

Berbagai isu mengemuka dalam seminar. Di antaranya seputar merancang strategi pemasaran dan peningkatan mutu serta aksesibilitas produk bambu Fiji ke pasar terbuka; kesepakatan menjajaki kerja sama penelitian di bidang bambu; hingga menunjuk Sote dan Vunidawa sebagai desa bambu percontohan untuk Fiji.

Para peserta seminar, termasuk Kepala Suku dari berbagai desa di Provinsi Naitasiri, menyampaikan apresiasi (vinaka vakalevu) tulus kepada KBRI Suva yang menggagas ide kerja sama pelatihan ini.

Sebelum seminar, kedua ahli bambu asal Indonesia berkesempatan mengunjungi beberapa hutan bambu di Desa Sote, Provinsi Tailevu dan Vunidawa, Provinsi Naitasiri. Mereka mengidentifikasi spesies atau varietas bambu yang tersedia di masing-masing desa, serta menentukan produk apa yang cocok.https://saladbiji.com/wp-admin/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*