Perang Gaza Minggir, Kapal Perang China-AS Panas di Laut Dekat RI

Jakarta, CNBC Indonesia РKetegangan kembali muncul di laut dekat RI, Laut China Selatan (LCS). Kapal perang China dan Amerika Serikat (AS) berada di perairan kaya tersebut, Kamis (4/1/2024).

Melansir AFP, Komando Teater Selatan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) Beijing mengatakan telah pengerahan angkatan laut dan udaranya untuk melakukan “patroli rutin” di laut kaya tersebut. Di saat yang sama, AS sendiri menyebut kelompok penyerang kapal induk yang dipimpin oleh USS Carl Vinson sedang melakukan latihan selama dua hari dengan Angkatan Laut Filipina.

Dalam pernyataan Kamis siang, China mengutuk kehadiran kapal perang AS. China mengklaim tindakan AS dan Filipina tersebut “provokatif.

“Mereka melakukan aktivitas militer yang provokatif di LCS dengan tujuan untuk memamerkan kekuatan militer mereka”, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin.

“Aktivitas itu merugikan pengelolaan dan pengendalian situasi maritim,” tegasnya.

Perlu diketahui, China mengklaim 90% wilayah LCS dengan “sepuluh garis putus-putus” (sebelumnya 9 garis putus-putus). Mengutip Global Times, peta ini disusun berdasarkan metode penggambaran batas negara China dan berbagai negara di dunia.

Hal ini kemudian membawa insiden terus menerus dengan sejumlah negara, termasuk Filipina. Mulai dari tabrakan antara kapal-kapal kedua negara, hingga kapal-kapal China yang menembakkan meriam air ke kapal-kapal Filipina.

China kerap menegaskan bahwa Filipina yang harus disalahkan atas meningkatnya ketegangan ini. Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Manila mengingkari kata-katanya, mengubah kebijakannya, melanggar kedaulatan China dan melakukan provokasi berulang kali serta memicu situasi yang rumit.

Filipina sendiri pernah mengajukan gugatan ke pengadilan internasional, dan memenangkan gugatan ke China, meski diabaikan Beijing. Karena situasi tak kondusif, AS sekutu Filipina di Asia Tenggara masuk ke dalam ketegangan dengan dalih kebebasan navigasi.

“LCS menjadi… zona pertahanan utama bagi China,” kata asisten profesor dan pakar militer di Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Michael Raska, dikutip AFP lagi.

“Beijing juga menggunakan wilayah tersebut untuk menguji pengintaian dan pengawasan… sehingga memperdalam kemampuannya untuk memproyeksikan kehadiran dan pengaruh di laut,” tambahnya.

Sementara itu, latihan minggu ini juga dilakukan setelah penunjukan mantan kepala angkatan laut dan wakil komandan Komando Teater Selatan Dong Jun, sebagai menteri pertahanan Beijing. Pakar mengatakan bahwa latar belakang Dong di “bidang penting yang terkait ketegangan militer” dan sebagai pejabat angkatan laut mungkin berperan dalam promosinya.

“Dia memiliki pengalaman operasional dan latar belakang dalam tantangan yang ditimbulkan oleh Taiwan, LCS, dan Laut Cina Timur,” kata analis Sheena Chestnut Greitens.

Kekayaan LCS

Menurut berbagai sumber, LCS merupakan laut yang sangat kaya. Bukan hanya minyak dan gas tetapi juga ikan hingga logam tanah jarang atau rare earth element (REE), yang aplikasinya banyak untuk industri hilir berteknologi tinggi.

Sejumlah lembaga memperkirakan cadangan minyak LCS mencapai 7,7 miliar barel. Sementara estimasi lainnya di 2012, memperkirakan jumlahnya mencapai 213 miliar barel atau hampir 80% dari cadangan minyak Arab Saudi.

Sumber American Security Project menyebutkan bahwa cadangan gas di LCS mencapai 266 triliun kaki kubik. Ini menyumbang 60%-70% dari total cadangan hidrokarbon teritori tersebut.

Beralih ke komoditas pangannya, LCS juga menyimpan kekayaan ikan yang tak ternilai harganya. Pada 2012, Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam Filipina menyebutkan bahwa LCS memiliki sepertiga dari total keanekaragaman laut di dunia yang berkontribusi terhadap 10% dari total tangkapan ikan di planet bumi.

Selain kaya akan sumber daya alamnya, LCS juga berada di jalur perdagangan strategis yang dilalui oleh kapal tanker pengangkut minyak. Menurut CFR, 50% dari total kapal tanker pengangkut minyak global melewati LCS. https://botakbrewok.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*