China Buka Suara Bom Meledak di Iran Bunuh Hampir 100 Orang

Jakarta, CNBC Indonesia РChina memberi pernyataan resmi soal ledakan bom di Iran yang menambah kekhawatiran dunia akan meningkatnya tensi di Timur Tengah. Pemerintah Presiden Xi Jinping mengatakan sangat terkejut dengan peristiwa tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Wang Wenbin mengatakan kejadian itu merupakan “serangan teroris yang serius”. Ia menyayangkan banyaknya korban yang tewas.

“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada para korban dan simpati tulus kami kepada korban luka dan keluarga korban,” katanya dikutip dari AFP, Kamis (4/1/2024).

“China menentang segala bentuk terorisme, mengutuk keras serangan teroris, dan dengan tegas mendukung upaya Iran menjaga keamanan dan stabilitas nasional,” tambahnya.

Sebelumnya, dua bom meledak di di kota Kerman, tenggara Iran, Rabu. Kala itu ribuan warga menghadiri upacara peringatan kematian Jenderal Qassem Solemaini, yang terbunuh 2020 lalu karena serangan drone Amerika Serikat (AS) saat Donald Trump menjadi presiden.

Setidaknya 95 orang tewas, sebelumnya 103, sementara 211 luka-luka. Ledakan pertama dan kedua berjarak 20 menit di lokasi yang hampir sama, di mana warga ramai berkumpul.

Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita negara IRNA bahwa dua alat peledak ditanam di sepanjang jalan menuju pemakaman. Namun bom tersebut diledakkan dari jarak jauh.

Video yang disiarkan oleh media pemerintah Iran menunjukkan puluhan mayat berlumuran darah berserakan. Beberapa orang berusaha membantu para peyintas dan yang lainnya bergegas meninggalkan lokasi ledakan.

“Saya mendengar suara yang sangat keras dan kemudian merasakan sakit di punggung saya…kemudian saya tidak bisa merasakan kaki saya,” kata seorang wanita yang terluka karena kejadian itu.

“Suara yang mengerikan terdengar di sana, meskipun keamanan dan keselamatan telah dilakukan,” kata Reza Fallah, Kepala Masyarakat Bulan Sabit Merah Kerman.

Sejauh ini belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan tersebut. Namun peristiwa terjadi sehari setelah drone Israel menyerang Beirut, Lebanon, membuat salah satu petinggi Hamas Saleh Al Arouri tewas.

Presiden Iran Ebrahim Raisi mengutuk peristiwa itu sebagai “kejahatan keji dan tidak manusiawi”. Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Khamenei bersumpah akan membalas dendam atas dua pemboman berdarah tersebut.

“Penjahat yang kejam… harus tahu bahwa mereka akan ditindak tegas mulai sekarang,” kata Khamaei dikutip Reuters.

Iran menyalahkan Israel dan AS atas ledakan tersebut, dan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei telah berjanji akan memberikan “tanggapan yang keras”. AS membantah terlibat.

Beijing tidak mengatakan siapa yang diyakini bertanggung jawab atas serangan itu. Sebelumnya Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pemeintah Arab Saudi Sudan member tanggapan. https://lakbanhitam.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*