Ada Ancaman ‘Kiamat’ Tahu-Tempe, Kemendag Tegas Respons Begini

Jakarta, CNBC Indoensia РPengrajin tahu-tempe mulai mogok produksi setelah stok kedelai mulai raib di pasaran. Menurut catatan Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo), 20%-30% dari total 150 ribu pengrajin tahu tempe setop produksi. Ini membuat kelangkaan tahu tempe di beberapa pasar.

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga pun buka suara buntut mulai menipisnya stok kedelai di tingkat pengrajin. Apa kata Jerry?

“Kita lihat untuk ketahanan pangan, kita koordinasi dengan Kementan, Bapanas lintas sektor untuk memperbaiki semua,” kata Jerry kepada CNBC Indonesia di kantor Kemendag, Kamis (4/1/2024).

Sementara itu Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Budi Santoso menyerahkan stok kedelai di pasaran pada pasar bebas. Penyebabnya impor kedelai tak dibatasi sehingga importir bebas untuk mendatangkannya.

Pedagang tempe melayani pembeli di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (15/2/2022). Lonjakan harga kedelai global berdampal bagi industri tempe dan tahu di dalam negeri, yang didominasi skala rumah tangga.(CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

“Belum ada pengajuan impor, kan itu bebas, dalam hal ini Kementerian terkait, Pertanian, Bapanas yang menghitung,” timpal Budi kepada CNBC Indonesia.

Saat ini, kedelai menjadi bahan pokok yang diatur pemerintah Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 125 tahun 2022 tentang Cadangan Pangan Pemerintah. Dalam aturan itu pemerintah akan menguasai pengadaan, pengelolaan dan penyaluran 11 bahan pangan pokok demi mengantisipasi krisis pangan, lonjakan harga dan masalah lainnya.

Adapun kesebelas pangan itu ialah beras, jagung, ikan, bawang, cabai, dan daging unggas. Lalu, gula konsumsi, minyak goreng, dan termasuk kedelai. Namun khusus kedelai hingga kini masih diserahkan pada pasar bebas.

“Langsung impor aja, karena itu barang bebas, tapi prinsipnya impornya kan bebas,” sebut Budi.

Hilangnya stok bahan baku kedelai dari pasaran telah membuat sebagian pengrajin tahu-tempe setop produksi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi hilangnya kedelai dari pasaran saat ini dinilai menjadi yang terparah dalam 10 tahun terakhir atau dari awal rezim Presiden Joko Widodo berkuasa.

“Mulai langka akhir November, Desember makin hilang, bahkan tidak ada di provinsi, beberapa kabupaten, sehingga dari 150 ribu lebih pengrajin, kira-kira 20-30% bisa 50.000 pengrajin grounded karena gak ada kedelainya, dan itu bisa setengah juta orang nganggur,” kata Ketum Gakoptindo Aip Syarifuddin kepada CNBC Indonesia, Rabu (3/1/2024). https://mantrasungokong.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*